Dalam kehidupan yang kita jalani ini, tentu berbagai persoalan dan masalah akan kita hadapi, persoalan dan masalah tersebut sebagai wujud kecintaan Allah kepada kita sehingga kita selalu mengingat Nya untuk itu perlu kita belajar tiga hal belajar bersukur,belajar penghormatan, belajar mendoakan orang lain
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

MotoGP Rossi Temukan Hal Positif di Qatar


Pebalap Ducati, Valentino Rossi (depan), ketika bersaing dengan Ben Spies (kanan), pada seri pembuka MotoGP 2011 di Qatar, Minggu (21/3/11) malam. Rossi akhirnya kalah dari Speis dalam perebutan posisi keenam.

LOSAIL - Debut Valentino Rossi bersama Ducati berlangsung kurang spektakuler. Pada seri perdana MotoGP 2011 di Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (20/3/11), "The Doctor", yang start dari urutan sembilan, hanya mampu finis di posisi tujuh.
Hasil tersebut menunjukkan bagaimana kesulitan Rossi untuk beradaptasi dengan Desemosedici GP11 selama musim dingin. Selain itu, kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen akibat gangguan pada bahu, ikut memberikan kontribusi negatif dalam laga tersebut.
Namun di sisi lain, Rossi mengaku menemukan hal positif pada seri perdana ini. Dia bisa memberikan instruksi yang lebih spesifik tentang apa yang harus dikerjakan, dalam menghadapi ketatnya persaingan musim 2011 ini.
Sebenarnya, pada awal perlombaan, Rossi sempat menggebrak. Ketika lampu merah, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut langsung melesat ke depan untuk menempati posisi dua menjelang tikungan pertama. Tetapi setelah itu, pebalap berusia 32 tahun asal Italia ini mulai mengalami kesulitan, termasuk ketika disalib oleh pebalap Yamaha, Ben Spies, dalam perebutan posisi keenam.
Meskipun demikian, Rossi menjadi pebalap terbaik untuk tim Ducati, karena finis di urutan tujuh. Mantan pebalap Honda dan Yamaha ini juga mencatat fastest lap bagi timnya, meskipun terpaut 0,687 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang merupakan pemenang.
"Tentu saja kami datang ke sini bukan untuk finis di posisi tujuh, tetapi ada hal positif dari balapan ini, dimulai dari waktu, karena kami juga bisa melaju lebih cepat," ujar Rossi. "Saya melakukan start yang bagus, dan itu adalah rasa yang menyenangkan karena tenaga motor ini sangat membantu ketika meluncur.
"Kemudian saya melakukan sebuah kesalahan kecil di tikungan pertama, yang mana membuat saya harus berada cukup lama di belakang Barbera untuk beberapa lap. Meskipun demikian, saya sempat dekat dengan Simoncelli dan Dovizioso (posisi 4 dan 5).
"Saya tidak bisa mengalahkan mereka, karena pada akhir balapan, saya tidak bisa bertahan lama untuk membalap seperti yang diinginkan.
"Saya tidak mengacu kepada Ducati karena tahun lalu, setelah bahuku luka, saya mendapatkan persoalan serupa pada beberapa bagian terakhir balapan. Lalu, sejak dua motor begitu berbeda, maka artinya ada sebuah persoalan bagi saya, tidak cuma secara fisik.
"Tak hanya itu. Kami juga harus memperbaiki motor karena yang lainnya sudah membuat sebuah langkah maju yang pesat sejak  tahun lalu.
"Saya juga sudah banyak belajar dalam tes dan balapan ini, dan kami sudah memberikan instruksi yang sangat spesifik tentang apa yang harus dilakukan untuk yang akan datang, supaya bisa berubah pada putaran kedua musim ini, misalnya.
"Dalam waktu dekat, sebaliknya, kami akan mengerjakan pengesetan, dan terus belajar dari pengalaman dan saya akan selalu latihan yang bisa memulihkan kondisi fisik."
Sementara itu, rekan setim Rossi, Nicky Hayden, mengaku sulit untuk bersaing setelah nyaris terlibat dalam kecelakaan yang dialami Randy de Puniet pada lap pertama. Meskipun selamat, tetapi pebalap Amerika Serikat ini sudah tertinggal jauh dari pebalap-pebalap di depan, sehingga dia harus puas finis di posisi sembilan.
"Saya melakukan start yang buruk pada balapan ini, dan kemudian ketika de Puniet kecelakaan, saya nyaris terlibat dan berhenti. Saya senang tidak melindasnya, tetapi itu adalah hal yang buruk, karena saya akhirnya jauh tertinggal dari pebalap di depan," ujar Hayden, mantan juara dunia 2006.
"Kami memiliki banyak hal yang harus dikerjakan, tetapi ini baru seri pertama, dan tidak ada orang yang bisa mengatakan bahwa kami tidak berusaha."
READ MORE - MotoGP Rossi Temukan Hal Positif di Qatar

Rossi Bicara tentang "Malam Pertama"


 
LOSAIL - Akhir pekan ini, Valentino Rossi akan melakukan debutnya di arena MotoGP 2011 sebagai pebalap Ducati. "The Doctor" memilih untuk berbaju merah, setelah tujuh tahun membela tim Jepang, Yamaha.
Bersama tim dari negeri kelahirannya tersebut, Rossi akan memulai perjalanan untuk membuat rekor yang mungkin sangat sulit untuk dipecahkan oleh siapapun, yaitu memenangi gelar juara dunia kelas premier bersama tiga pabrik berbeda. Sebelumnya, pebalap berusia 32 tahun kelahiran Urbino, Italia, sudah mengumpulkan tujuh trofi kelas premier bersama dengan Honda dan Yamaha.
Selain itu, dengan satu gelar juara dunia lagi maka Rossi, yang kini tercatat sebagai pemegang rekor pebalap yang paling banyak memenangi seri kelas premier (79 kali), akan menyamai prestasi Giacomo Agostini. Pria legendaris tersebut untuk sementara menjadi pebalap yang paling banyak juara dunia kelas premier, yaitu delapan kali.
Hanya saja, penantian Rossi untuk membukukan 10 gelar juara dunia di semua kelas, akan sulit terwujud pada musim 2011 ini. Adalah hasil tiga kali tes pra-musim yang memberikan indikasi bahwa Rossi perlu waktu yang lebih lama lagi untuk beradaptasi dengan Desmosedici GP11, selain karena faktor kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen.
Ya, dalam tes terakhir di Qatar awal pekan ini, Rossi hanya mampu berada di peringkat 13--bandingkan dengan para rivalnya dari Honda dan Yamaha, yang menguasai posisi lima besar. Hasil buruk tersebut lebih diakibatkan oleh persoalan saat Desmosedici memasuki tikungan, serta dirinya kehilangan kekuatan untuk mengendalikan motor, menyusul proses penyembuhan cedera bahu pasca-operasi pada pertengahan November tahun lalu.
Meskipun demikian, Rossi tak terlalu mengkhawatirkan nasib malam pertamanya bersama Ducati di Qatar pada 20 Maret mendatang. Dia mengatakan, catatan waktu pada Senin (14/3/11) malam di Sirkuit Losail, yang merupakan hari terakhir tes pra-musim, takkan menjadi indikasi performanya saat balapan kelak.
"Untuk sesi latihan pertama di Qatar, kami akan memulai dengan pengesetan yang kami temukan pada hari terakhir tes, karena catatan waktu kami tidak terlalu buruk," ujar Rossi, yang terpaut 1,3 detik dari pebalap Honda, Casey Stoner, yang menjadi tercepat.
"Sebenarnya, saya pikir saya bisa lebih cepat lagi jika kekuatan bahuku tak bermasalah sebelum saya mencoba ban lunak. Balapan akhir pekan nanti memiliki sesi satu jam 45 menit, sehingga itu mungkin lebih memudahkan untuk melihatnya.
"Memang, bahuku bukan menjadi persoalan utama: jika ingin mendapatkan hasil balapan yang bagus, kami tahu bahwa supaya saya siap secara fisik, kami harus menemukan beberapa solusi yang membantu supaya lebih cepat, dan memperbaiki kecepatan kami.
"Biar bagaimanapun, debut dengan Ducati memberikan banyak motivasi, dan hari Minggu tentu saja menjadi akan sangat emosional.
"Selamat juga kepada semua orang Italia, yang besok akan merayakan 150 tahun bersatunya Italia: kami tahu, pasti banyak dukungan bagi kami, dan tentu saja kami mungkin belum bisa menjadi yang terbaik pada hari Minggu. Tetapi kami akan memberikan usaha yang terbaik.
"Saya juga memikirkan orang-orang di Jepang, yang saat ini mengalami masa yang sangat sulit. Apa yang terjadi sangat menakutkan, tetapi orang Jepang sangat kuat dan sangat reaktif. Kami semua selalu mendukung kalian."
Pernyataan juga keluar dari mulut manajer tim Ducati, Vittoriano Guareschi, yang mengakui bahwa kebugaran Rossi mungkin masih bermasalah. Tetapi, dia tak mengkhawatirkan komitmen Rossi bersama Ducati.
"Besok, latihan dimulai untuk grand prix, dan kami akan berusaha untuk menggunakan segala yang sudah kami pelajari selama tes musim dingin," ujar Guareschi. "Bersama Valentino, kami tidak bisa menggunakan semua hari yang ada, dan karena itu, kami belum bisa menemukan solusi yang optimal untuk pengesetan motornya.
"Secara fisik, dia belum berada dalam kondisi 100 persen untuk beberapa bulan ke depan, tetapi kami tahu bahwa ketika semuanya berlalu, dia akan memberikan semua yang dimilikinya dan lebih lagi! Sementara itu, kami akan terus bekerja tanpa henti untuk mengembangkan motor, karena yang lain sudah mencapai kemajuan pesat dan levelnya sangat tinggi.
"Hari Minggu akan sangat penting dan emosional bagi kami dan seluruh pecinta balapan motor--orang Italia dan seluruh dunia--dan itu memberikan kami tambahan motivasi, yang membuat kami harus berbuat lebih baik."
Rossi, yang melakukan debutnya di arena MotoGP bersama Honda pada tahun 2000, memenangi balapan pertamanya bersama Yamaha di Welkom, Afrika Selatan, pada tahun 2004.
Balapan di Losail, Qatar, akan berlangsung pada Minggu (20/3/11). Latihan pertama akan dimulai pada Kamis (17/3/11) malam waktu setempat.
READ MORE - Rossi Bicara tentang "Malam Pertama"

Minggu, 20 Maret 2011

Stoner Raja Losail, Lorenzo Runner-up,

  Pebalap Honda, Casey Stoner.

LOSAIL,  Casey Stoner menobatkan dirinya sebagai pebalap terbaik di Sirkuit Losail, Qatar. Pada seri perdana MotoGP 2011, Minggu (20/3/11) malam waktu setempat atau Senin (21/3/11) dini hari WIB, pebalap Australia tersebut menjadi pemenang, sehingga dia untuk sementara memimpin klasemen.

Mantan juara dunia 2007 ini mengungguli dua rival beratnya, Jorge Lorenzo (Yamaha) dan rekan setimnya di Repsol Honda, Dani Pedrosa, yang harus puas di posisi dua dan tiga. Sedangkan pebalap Ducati, Valentino Rossi, yang start dari urutan sembilan, finis di posisi tujuh.

Dengan hasil ini, Stoner, yang meraih pole position, membuat kemenangan "double-debut", setelah hal serupa dilakukan dengan Ducati pada musim 2007. Pasalnya, pertarungan di Losail ini pun merupakan debutnya bersama Honda, setelah dia memutuskan hengkang dari Ducati pada akhir musim lalu.
Stoner juga menabiskan dirinya sebagai raja Sirkuit Losail, karena dia untuk keempat kalinya menjadi juara di sini sejak 2007, 2008, 2009 dan 2011. Musim lalu dia gagal finis akibat kecelakaan, padahal sedang memimpin jalannya lomba.
Hasil GP Qatar ini juga menunjukkan bahwa Honda tampil sangat konsisten sejak tes pra-musim hingga balapan. Meskipun "dinodai" oleh Lorenzo dari Yamaha, tetapi mereka berhasil menguasai posisi lima besar.

Jalannya lomba

Ketika start dilakukan, Rossi membuat kejutan karena langsung menyodok di tikungan pertama. Tetapi, usaha "The Doctor" untuk melewati duo Repsol Honda dan Lorenzo tak berhasil, karena dia terlalu melebar sehingga tercecer ke bagian belakang. Sementara itu, Pedrosa, yang start dari urutan dua, memimpin lomba, diikuti Lorenzo dan Stoner.

Namun memasuki lap kedua, Lorenzo mengambilalih jalannya perlombaan. Pebalap Yamaha ini menyalib Pedrosa, yang diikuti dua rekan setimnya, Stoner dan Andrea Dovizioso. Sejak itu, perang antara trio Honda dengan Lorenzo berlangsung ketat. Menjelang akhir lap kedua, Stoner memimpin, dan Pedrosa pun membuntutinya. Pertarungan semakin seru karena Marco Simoncelli mulai ikut memberikan tekanan dari posisi lima.

Memasuki lap ketiga, mulai terlihat jarak antara rombongan pertama (posisi 1-5) dengan rombongan kedua yang dipimpin Rossi. Setelah itu, pada lap keempat giliran Stoner dan Pedrosa yang bertarung sendirian untuk memperebutkan podium nomor satu karena duo Repsol Honda ini semakin menjauhi Lorenzo, Dovizioso dan Simoncelli.

Lap keenam, Pedrosa menyodok ke depan. Pebalap Spanyol ini, yang tercepat pada 20 menit warm-up dengan keunggulan 0,160 detik dari Stoner, berhasil melewati rekan setimnya tersebut. Sedangkan untuk persaingan rombongan kedua, Rossi, yang terpaut 5,472 detik dari Pedrosa, mulai mendapat tekanan dari pebalap Yamaha, Ben Spies.

Satu lap kemudian, terjadi perubahan komposisi di posisi empat karena Simoncelli berhasil melewati Dovizioso. Pebalap Italia tersebut terus merangsek untuk mendekati Lorenzo, yang mulai terpisah dari Pedrosa dan Stoner. Lorenzo terpaut 1,624 detik.

Jika Pedrosa dan Stoner bertarung ketat untuk memperebutkan posisi nomor satu, hal serupa juga terjadi antara Rossi dan Spies. Dua pebalap ini bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi keenam.
Pada lap ke-11, terjadi aksi salib-menyalib, di mana Spies sempat menggeser Rossi saat lintasan lurus, sebelum disalib lagi oleh Rossi di tikungan. Di posisi terdepan juga terjadi perubahan, karena Stoner bisa menyodok menjelang tikungan ke kanan, sehingga pebalap Australia tersebut memimpin jalannya lomba.

Di sinilah titik awal Stoner menuju kemenangan, karena dia secara perlahan menjauhi kejaran Pedrosa dengan selisih waktu lebih dari 1 detik. Mantan pebalap Ducati tersebut semakin nyaman berada di depan, sedangkan Pedrosa justru mendapat tekanan dari kompatriotnya, Lorenzo, yang mulai "panas" di lap ke -13. Hanya berselang satu lap, Lorenzo berhasil naik satu strip ke posisi dua.

Perubahan juga terjadi di rombongan kedua, di mana Spies akhirnya bisa melewati Rossi di lap ke-14 untuk menempati posisi keenam. Terlihat jelas, Rossi mengalami persoalan pada fisik (cedera bahu) karena agak goyang ketika berusaha mengendalikan Desmosedici GP11. Saat mau menggeber, getaran motor membuat kaki kanannya harus terangkat sehingga dia terpaksa mengurangi dorongan, yang membuat Spies mengambil kesempatan untuk menyalib dan langsung menjauh.

Memasuki lap ke-17, pertarungan di bagian depan berlangsung sangat seru--kecuali Stoner, yang sudah aman di depan. Pedrosa dan Dovizioso memperbaiki posisi mereka, di mana Pedrosa kembali "mengasapi" Lorenzo ketika memenangi duel lintasan lurus, begitu juga dengan Dovizioso, yang menggeser Simoncelli.

Namun hanya satu lap Pedrosa berada di posisi dua setelah Lorenzo berhasil mengambil keuntungan saat menikung ke kanan. Dari sisi dalam, sang juara dunia berhasil memaksa Pedrosa sedikit melebar sehingga dia naik lagi satu strip. Sedangkan Stoner, yang mencatat fastest lap, semakin nyaman berada sendirian di depan karena unggul lebih dari 3 detik atas Lorenzo. Komposisi tersebut tak berubah sampai mereka melewati garis finis.

Di atas podium, para pebalap mengibarkan bendera Jepang. Ini merupakan bagian dari rasa simpati mereka atas tragedi gemba bumi dan tsunami yang melanda "Negeri Sakura" tersebut, yang memaksa GP Jepang juga terpaksa ditunda hingga bulan Oktober mendatang.
Seri kedua MotoGP 2011 ini akan berlangsung di Jerez, Spanyol, pada 3 April mendatang.

- Hasil GP Qatar

1.  Casey Stoner  AUS Repsol Honda Team  42m 38.569s
2. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 42m 42.009s
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 42m 43.620s
4. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 42m 44.511s
5. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 42m 45.927s
6. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 42m 49.037s
7. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro Team 42m 55.000s
8. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 43m 4.862s
9. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 43m 5.985s
10. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 43m 7.489s
11. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 43m 13.108s
12. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar Team 43m 13.398s
13. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 43m 16.526s

DNF:
Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP
Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team
Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team
READ MORE - Stoner Raja Losail, Lorenzo Runner-up,

DANI PEDROSA

Dani Pedrosa.jpg
DANI PEDROSA
 
PROFIL :
nama,dani pedrosaKebangsaan Spanyol Tanggal lahir September 29, 1985 (1985/09/29)
DaniPedrosa.jpgTempat kelahiran Sabadell, Spanyol Saat tim Repsol Honda Team Bike nomor 26 Website danipedrosa.com [Tampilkan] Statistik Karir MotoGP World Championship Aktif tahun 2006-sekarang

Produsen Honda Kejuaraan 0 Championship 2010 posisi 2 (245 pts) Mulai Wins panggung Polandia Poin F. lap 84 12 47 17 22 1185 250 Kejuaraan Dunia Aktif tahun 2004-2005 Produsen Honda Kejuaraan 2 (2004, 2005) Mulai Wins panggung Polandia Poin F. lap 32 15 24 9 15 626 125 Kejuaraan Dunia Aktif tahun 2001-2003 Produsen Honda Kejuaraan 1 (2003) Mulai Wins panggung Polandia Poin F. lap 46 8 17 9 5 566 Nama ini menggunakan adat penamaan Spanyol. Nama keluarga pertama atau ayah adalah "Pedrosa" dan nama keluarga kedua atau ibu adalah "Ramal".
Daniel "Dani" Pedrosa Ramal (lahir 29 September 1985 di Sabadell, Catalonia, Spanyol) adalah pembalap Grand Prix sepeda motor. Pedrosa dibesarkan di sebuah desa dekat Sabadell disebut Castellar del Valles. Dia adalah juara dunia termuda di Grand Prix 250cc. Pedrosa adalah 1.58m (5 ft 2in) tinggi dan berat 51 kg (£ 112,4). Isi [Hide]

    
* 1 Karir
          
o 1.1 Awal hari
          
o 1.2 125cc
          
o 1.3 250cc
          
o 1.4 MotoGP
          
1,5 o Luka-luka
    
* 2 Karir statistik
          
o 2.1 Dengan Seasons
          
o 2.2 Dengan kelas
          
o 2.3 Races menurut tahun
    
* 3 Referensi
    
* 4 Pranala luar

[Sunting] Karir
READ MORE - DANI PEDROSA

Sabtu, 19 Maret 2011

Stoner-Pedrosa Dominan, Rossi Terpuruk


Pebalap Honda, Casey Stoner.

LOSAIL,  — Casey Stoner terus menunjukkan dominasinya di Sirkuit Losail, Qatar. Pebalap Repsol Honda ini kembali mencatat waktu terbaik 1 menit 55,457 detik dan menjadi yang tercepat pada latihan bebas kedua GP Qatar, Jumat (18/3/2011) malam.

Seperti pada latihan pertama, pada tes kali ini pun tim Repsol Honda masih sulit dikalahkan oleh para rivalnya karena Dani Pedrosa berada di peringkat dua. Rekan setim Stoner ini hanya terpaut 0,397 detik. Komposisi ini sama dengan latihan bebas pertama, tetapi untuk catatan waktu, Stoner bisa memperbaikinya karena pada latihan Kamis malam itu dia membukukan waktu 1 menit 55,752 detik.

Posisi tiga ditempati pebalap Yamaha, Ben Spies. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan karena pada latihan bebas pertama, pebalap kelahiran Texas ini hanya mampu berada di urutan enam. Spies mengungguli rekan setimnya yang berstatus juara dunia, Jorge Lorenzo, yang harus puas di urutan lima. Duo Yamaha tersebut dipisahkan oleh pebalap Repsol Honda, Andrea Dovizioso.

Valentino Rossi kembali tampil buruk. Jika pada latihan bebas pertama dia berhasil membukukan waktu 1 menit 56,479 detik dan berada di posisi lima, kali ini "The Doctor" terpuruk di urutan sembilan dan berselisih 1,075 detik dari Stoner. Meskipun demikian, pencapaian juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut masih lebih baik dari rekan setimnya, Nicky Hayden, yang berada di urutan 10.

Setelah ini, para pebalap kembali menjalani latihan bebas ketiga pada pukul 20.55-21.40 waktu setempat atau 00.55-01.40 WIB. Kemudian, mereka akan melakoni kualifikasi pada Sabtu (19/3/2011) pukul 23.55-00.55, dan balapannya pada Minggu (20/3/2011) pukul 22.00-22.20.

- Hasil latihan bebas 2 GP Qatar:
  1. Casey Stoner  AUS Repsol Honda Team  1m 55.457s
  2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 1m 55.854s
  3. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 1m 56.116s
  4. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 1m 56.172s
  5. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 1m 56.220s
  6. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 1m 56.259s
  7. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 1m 56.378s
  8. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 1m 56.518s
  9. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro Team 1m 56.532s
  10. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 1m 56.626s
  11. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 1m 56.688s
  12. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar Team 1m 56.735s
  13. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 1m 56.790s
  14. Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 1m 56.833s
  15. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 1m 57.304s
  16. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 1m 57.683s
  17. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 1m 58.801s
READ MORE - Stoner-Pedrosa Dominan, Rossi Terpuruk

Rossi Bisa Naik Podium, asal...???????




LOSAIL,  — Meski Valentino Rossi mencatatkan diri sebagai yang tercepat kelima dalam latihan resmi MotoGP Qatar, Kamis (17/3/2011), dengan catatan waktu 1 menit 56,479 detik, hal ini dinilai sebagai hasil yang tidak jelek. Bahkan, kinerja Ducati Desmosedici GP11 dianggap sedang dalam level terbaik kemarin.
Bagaimana tidak, selama sesi tes, juara dunia tujuh kali MotoGP itu tidak pernah menyodok di lima besar. Demikian juga ketika berada di Sirkuit Losail, Senin (14/3/2011), "The Doctor" menempati urutan ke-13.
"Kami semua cukup puas dengan latihan bebas dan memiliki potensi untuk menapak ke podium kemenangan seandainya performanya bisa lebih baik dari sekarang (Kamis)," komentar Rossi.
Dia mengakui, performa Desmosedici membaik setelah modifikasi dilakukan dan setelan disesuaikan dengan hasil tes terakhir. Dalam beberapa lap saja, "Waktuku bisa lebih baik dibandingkan hasil tes Senin lalu," tambah pria asal Urbino, Italia, ini.
Jelang akhir latihan bebas, Rossi mencoba ban kompon keras dan melesat selama 19 lap. Hasilnya, motornya bisa melesat sepersepuluh detik lebih cepat. "Jadi, jika ingin meraih hasil yang baik saat balapan nanti (Minggu), maka kita harus bisa memangkas waktu 0,5 detik.
Rossi mengaku, walau masih harus memperbaiki bagian tertentu pada motor, ia tak berani mendorong keras motornya karena bahu yang masih nyeri. Sekarang tinggal lihat hasil dari dua latihan hari ini.
READ MORE - Rossi Bisa Naik Podium, asal...???????

Rossi: Perlu 2 Bulan agar Fit 100 Persen

AFP/KARIM JAAFAR
Pebalap Ducati, Valentino Rossi.

LOSAIL,  - Valentino Rossi mengakui, tampaknya dia perlu waktu lebih dari dua bulan untuk bisa kembali berada dalam kondisi fit 100 persen. Sejauh ini, "The Doctor" masih merasa sangat terganggu dengan cedera bahunya, meskipun sudah dioperasi pada pertengahan November tahun 2010.
Sebenarnya, Rossi sudah bisa mengendarai motor untuk ikut bersaing pada awal MotoGP 2011 ini. Hanya saja, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut merasa belum nyaman lantaran gangguan pada bahu akibat kecelakaan Motocross hampir setahun yang lalu.
"Masalahnya adalah pengereman dan ketika membelok ke kanan," terang Rossi, setelah latihan bebas ketiga GP Qatar, Jumat (18/3/11) malam.
"Pada area ini saya tidak bisa maksimal. Jika saya terlalu mengerem, saya tidak memiliki cukup tenaga, motor saya tetap meluncur dan saya kesal dengan pengesetannya.
"Saya perlu waktu satu atau dua bulan untuk menjadi fit."
Meskipun demikian, bukan namanya Rossi jika putus asa sebelum terlibat dalam pertarungan sesungguhnya. Setelah mengikuti dua latihan bebas pada hari Jumat itu, pebalap Ducati tersebut tetap optimistis menghadapi balapan perdana pada hari Minggu (20/3/11).
"Terutama, saya khawatir dengan 22 lap, karena setelah 15 lap, saya mulai kehilangan banyak tenaga dan itu tentu saja akan menjadi lebih berat," jelas peraih sembilan gelar juara dunia balap motor di semua kelas ini.
"Tetapi ini masih hari Jumat--balapan pada hari Minggu, sehingga besok masih ada satu latihan, sehingga mungkin saya memiliki waktu untuk pemulihan."
Pada latihan bebas ketiga, tim Repsol Honda tetap tampil dominan. Malah, kali ini mereka menempatkan tiga pebalapnya sekaligus di posisi depan dengan Casey Stoner jadi pemimpin, disusul Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Di belakang trio Honda itu ada duo Yamaha, Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Sedangkan Rossi berada di posisi delapan.
- Hasil latihan bebas 3 GP Qatar
    Pos  Rider                   Bike/Team              Time          Gap
  1. Casey Stoner           Honda                1m55.035s 
  2. Dani Pedrosa         Honda                 1m55.193s  + 0.158s
  3. Andrea Dovizioso  Honda                1m55.740s  + 0.705s
  4. Jorge Lorenzo         Yamaha              1m55.814s  + 0.779s
  5. Ben Spies              Yamaha               1m56.003s  + 0.968s
  6. Hector Barbera      Aspar Ducati       1m56.266s  + 1.231s
  7. Colin Edwards      Tech 3 Yamaha    1m56.302s  + 1.267s
  8. Valentino Rossi     Ducati                  1m56.306s  + 1.271s
  9. Randy de Puniet     Pramac Ducati     1m56.362s  + 1.327s
  10. Loris Capirossi     Pramac Ducati      1m56.434s  + 1.399s
  11. Cal Crutchlow       Tech 3 Yamaha    1m56.437s  + 1.402s
  12. Hiroshi Aoyama     Gresini Honda    1m56.517s  + 1.482s
  13. Marco Simoncelli  Gresini Honda     1m56.540s  + 1.505s
  14. Nicky Hayden        Ducati                  1m56.586s  + 1.551s
  15. Karel Abraham      Cardion Ducati    1m57.275s  + 2.240s
  16. Alvaro Bautista     Suzuki                  1m57.601s  + 2.566s
  17. Toni Elias              LCR Honda         1m58.123s  + 3.088s
READ MORE - Rossi: Perlu 2 Bulan agar Fit 100 Persen

Kualifikasi GP Qatar Stoner "Pole", Honda Sempurnakan Dominasi

pembalap repsol hona CASEY STONER


LOSAIL, — Duo Repsol Honda menyempurnakan dominasi mereka di Sirkuit Losail dengan berada di posisi terdepan pada kualifikasi GP Qatar, Sabtu (19/3/2011) malam waktu setempat atau Minggu (20/3/2011) dini hari WIB. Casey Stoner, yang akan melakukan debutnya bersama Honda pada musim ini, menempati pole position, disusul rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Stoner, yang selalu merajai balapan di Losail sejak 2007 (bersama Ducati)—kecuali musim lalu di mana dia jatuh ketika sedang memimpin, menunjukkan bahwa dia masih menjadi favorit terkuat untuk menjadi pemenang. Pebalap Australia ini mencatat waktu terbaik 1 menit 54,137 detik, unggul 0,205 detik atas Pedrosa, yang juga punya potensi naik podium nomor satu pada seri pembuka MotoGP 2011 ini.

Pebalap Yamaha yang juga juara dunia musim lalu, Jorge Lorenzo, melengkapi posisi grid pertama untuk balapan besok malam. Pebalap Spanyol ini, yang juga rekan senegara Pedrosa, berada di peringkat tiga dengan waktu terpaut 0,810 detik dari Stoner.

Di grid kedua ada pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, disusul rekan setim Lorenzo, Ben Spies, serta pebalap tim Asmar, Hector Barbera. Raihan Barbera ini cukup mengejutkan karena dia berhasil mengungguli beberapa pebalap favorit, seperti Andrea Dovizioso (Repsol Honda), yang harus puas di urutan tujuh, serta juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi, yang terpuruk di urutan sembilan.

Posisi delapan ada pebalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow. Posisi rookie MotoGP ini lebih baik dari rekan setimnya, Colin Edwards, yang harus puas di urutan 10. Sementara itu, rekan setim Rossi di Ducati, Nicky Hayden, terpuruk di urutan 13.

Dari hasil kualifikasi ini jelas terlihat bahwa tim Honda sangat dominan. Hal tersebut sudah mereka perlihatkan sejak latihan resmi pramusim pada awal pekan ini, dilanjutkan dengan sejak latihan bebas pertama, di mana Stoner dan Pedrosa tak pernah tergeser dari posisi dua besar. Sebaliknya, Ducati masih harus bekerja ekstrakeras jika ingin bersaing dengan Honda dan Yamaha.

- Hasil kualifikasi GP Qatar:

1. Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 1m 54.137s
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 1m 54.342s
3. Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 1m 54.947s
4. Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 1m 54.988s
5. Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 1m 55.095s
6. Hector Barbera ESP Mapfre Aspar Team 1m 55.223s
7. Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 1m 55.229s
8. Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 1m 55.578s
9. Valentino Rossi ITA Ducati Marlboro Team 1m 55.637s
10. Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 1m 55.647s
11. Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 1m 55.656s
12. Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 1m 55.724s
13. Nicky Hayden USA Ducati Marlboro Team 1m 55.881s
14. Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 1m 56.323s
15. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 1m 56.665s
16. Toni Elias ESP LCR Honda MotoGP 1m 57.992s
READ MORE - Kualifikasi GP Qatar Stoner "Pole", Honda Sempurnakan Dominasi

Selasa, 15 Maret 2011

MOTOGP Pedrosa dan Stoner yang Lebih Cepat (ungkap lorenzo)

  Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo.


SEPANG, KOMPAS.com — Juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, dibenamkan para pebalap Honda pada hari terakhir tes resmi di Sepang, Malaysia, Kamis (24/2/11), karena dia hanya berada di peringkat ketujuh. Meskipun demikian, pebalap Yamaha ini merasa, hanya dua pebalap yang lebih cepat, yaitu duo Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, yang menguasai posisi 1-2 sepanjang tiga hari latihan tersebut.
Saya pikir, hanya Dani dan Casey bisa lebih cepat dari kami saat ini, sehingga itu tidak terlalu buruk
-- Jorge Lorenzo
"Saya merasa senang dengan Yamaha karena mereka cukup banyak memperbaiki motor kami sehingga kami sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu dan juga sudah lebih cepat. Masalahnya adalah bahwa para kompetitor kami melakukan lebih banyak perbaikan dibandingkan kami," ujar Lorenzo.
Berdasarkan catatan, Lorenzo terpaut 1,338 detik dari Stoner. Tetapi catatan waktu terbaik itu diraih ketika menggunakan ban lunak dan pebalap Spanyol ini merasa, perbedaan yang sebenarnya hanya kurang dari separuh jumlah tersebut.
"Saat simulasi balapan, saya merasa bagus, juga secara fisik sangat konsisten selama 20 lap. Saya hampir selalu mencapai 2 menit 1,7 detik. Saya pikir, hanya Dani dan Casey bisa lebih cepat dari kami saat ini sehingga itu tidak terlalu buruk," jelasnya.
"Kami, di trek ini, sekitar setengah detik lebih lambat Dani dan Casey. Tetapi jika Anda melihat simulasi balapan yang Simoncelli dan Dovizioso lakukan, mereka sangat cepat pada awalnya, tetapi di akhir mereka tak mampu bertahan dalam catatan 2 menit 1 detik.
"Jadi, ini adalah poin terbaik kami dan jika kami bisa memperbaikinya lagi, kami bisa bertarung untuk meraih kemenangan di Qatar dan trek-trek lain. Masalah utama adalah traksi dan mesin. Kami sudah memperbaiki traksi, tetapi tidak cukup, dan mesin juga belum terlalu cepat."
Lorenzo mengakui, layout Sirkuit Sepang jauh lebih menguntungkan Honda, karena bisa menggali semua potensi tim tersebut. Meskipun demikian, mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini masih merasa, M1 miliknya "hanya sedikit di belakang".
"Anda tahu, saya ingin meraih kemenangan paling kurang seperti tahun lalu, tetapi saat ini tampaknya masih sulit," ujar Lorenzo, yang akan memasuki musim keempatnya di ajang MotoGP.
"Sesuatu bisa banyak berubah dan mungkin di pertengahan tahun kami akan mempunyai banyak hal. Mungkin ini menjadi salah satu trek terburuk bagi Yamaha, karena lintasan lurus yang panjang dan traksi, tetapi saya masih yakin kami hanya sedikit berada di belakang Honda."
Dari Sepang, para pebalap akan menuju Qatar untuk menjalani latihan resmi terakhir pada 13-14 Maret. Setelah itu, mereka akan bertahan di negara tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi seri perdana MotoGP 2011 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar, 20 Maret.
"Para kompetitor kami sangat cepat (ketika gunakan ban lunak), tetapi ini baru latihan kedua. Saya pikir, Qatar akan menjadi cerita yang sangat berbeda," ujar manajer tim Yamaha, Wilco Zeelenberg.
READ MORE - MOTOGP Pedrosa dan Stoner yang Lebih Cepat (ungkap lorenzo)

MOTOGP Rossi Akui Tidak Cukup Cepat

  Pebalap Ducati, Valentino Rossi.


zoronk- Valentino Rossi mengakui, dia tidak cukup cepat saat ini, setelah menyelesaikan latihan terakhir di Qatar, Senin (14/3/11) malam. Dalam tes tersebut, Rossi hanya mampu berada di peringkat 13.
Pebalap Italia ini kecelakaan pada Tikungan 7 ketika dia menyentuh garis putih, sehingga kehilangan keseimbangan. Akibatnya, dia tercecer di barisan belakang. Di samping itu, kekuatan bahunya belum terlalu bagus, sehingga "The Doctor" kesulitan untuk mengatasi Desmosedici GP11.
Dalam menyelesaikan total 50 lap, catatan waktu terbaik Rossi adalah 1 menit 56,988 detik. Ini mungkin jadi catatan terburuknya bersama Ducati, sebab hanya rookie dari tim Ducati, Karel Abraham, yang berada di belakangnya. Rossi terpaut 1,307 detik dari pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang menjadi tercepat dalam latihan terakhir ini.
Meskipun demikian, Rossi tetap menanggapi positif tentang apa yang dialaminya. "Ini hanyalah kecelakaan kecil karena saya menyentuh garis putih. Saya sempat keluar dan ketika kembali ke trek, saya membuat waktu terbaik dan hal itu tidak terlalu buruk. Tetapi sejak saat saya finis, tenagaku dan bahu, membuat saya sedikit bermasalah.
"Ketika para pebalap lain mengakhiri latihan ini dengan ban lunak, saya justru kehabisan tenaga. Kami juga tidak mencoba dengan ban lunak, karena saya terlalu banyak mengerem di awal dan saya tidak memiliki cukup tenaga untuk menghentikan motor.
"Untuk alasan ini, kami agak di belakang dan tentu saja masalah ini menjadi lebih besar karena kami harus bekerja lebih keras lagi untuk mengeset motor. Kami harus tetap tenang dan bekerja untuk mempertahankan tenaga.
"Saya menyelesaikan 100 lap dalam dua hari, sehingga jadwal akhir pekan ini akan lebih mudah karena pekerjaan jadi berkurang."
Dengan kondisinya tersebut, Rossi menepis anggapan bahwa dia akan tampil impresif pada seri pembuka di Qatar akhir pekan ini, seperti ketika melakukan debutnya dengan Yamaha pada musim 2004. Dia hanya berharap bisa meraih hasil terbaik.
"Bagi saya, dua pebalap Honda itu seperti dari planet lain. Mereka lebih cepat dari kami semua. Setelah itu, saya tidak tahu lagi. Saya hanya berharap bisa bertahan dengan kelompok kedua."
Dalam latihan tersebut, tim Honda tetap menunjukkan dominasinya. Kali ini giliran Stoner yang menjadi tercepat, disusul rekan setimnya, Dani Pedrosa, yang pada latihan hari pertama berada di posisi teratas. Peringkat tiga dihuni pebalap Yamaha Ben Spies, dan disusul duo Honda, Marco Simoncelli (Gresini Honda) dan Andrea Dovizioso (Repsol Honda).
- Hasil latihan hari terakhir di Qatar
    Pos  Rider             Team/Bike                  Time       Gap         Laps
  1. Casey Stoner          Honda                1m55.681s                 46
  2. Dani Pedrosa         Honda                1m55.745s  + 0.064s  39
  3. Ben Spies              Yamaha              1m56.294s  + 0.613s  45
  4. Marco Simoncelli  Gresini Honda   1m56.433s  + 0.752s  70
  5. Andrea Dovizioso  Honda                1m56.439s  + 0.758s  58
  6. Randy de Puniet     Pramac Ducati   1m56.445s  + 0.764s  67
  7. Jorge Lorenzo       Yamaha               1m56.707s  + 1.026s  48
  8. Colin Edwards      Tech 3 Yamaha   1m56.716s  + 1.035s  57
  9. Nicky Hayden        Ducati                 1m56.726s  + 1.045s  68
  10. Hiroshi Aoyama    Gresini Honda    1m56.740s  + 1.059s  73
  11. Hector Barbera     Aspar Ducati       1m56.798s  + 1.117s  62
  12. Alvaro Bautista    Suzuki                  1m56.931s  + 1.250s  63
  13. Valentino Rossi    Ducati                  1m56.988s  + 1.307s  50
  14. Loris Capirossi     Pramac Ducati    1m57.345s  + 1.664s  62
  15. Cal Crutchlow      Tech 3 Yamaha    1m57.730s  + 2.049s  28
  16. Karel Abraham     Cardion Ducati   1m57.846s  + 2.165s  49
  17. Toni Elias             LCR Honda        1m58.536s  + 2.855s
READ MORE - MOTOGP Rossi Akui Tidak Cukup Cepat

MOTO GP Lorenzo Pesimistis, Spies Optimistis


  Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo.


zoronk — Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo mengakui, dia tidak terlalu kompetitif untuk bertarung memperebutkan kemenangan pada seri pembuka musim ini di Qatar, Minggu (20/3/2011). Pebalap Yamaha tersebut tampak pesimistis setelah melakoni latihan hari kedua di Losail, Qatar, Senin (14/3/2011).
Pada uji coba terakhir pra-musim tersebut, Lorenzo terpuruk di urutan ketujuh. Dia tak mampu mematahkan dominasi duo Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, yang menguasai posisi 1-2, serta kalah bersaing dengan rekan setimnya, Ben Spies, yang berada di peringkat ketiga.
"Saya tidak merasa siap untuk bersaing meraih kemenangan," ujar Lorenzo kepada situs resmi MotoGP. "Akan sulit untuk bertarung naik podium, tetapi kami akan mencobanya."
Lorenzo mengatakan, tes pada hari Senin ini menunjukkan kemunduran karena dia kesulitan untuk meraih hasil terbaik.
"Saya memiliki harapan yang begitu besar setelah kemarin. Namun, kami justru tidak mengalami perubahan, baik catatan waktu terbaik atau perasaan, karena rasa itu masih jauh lebih buruk dibandingkan kemarin," tambah pebalap asal Spanyol tersebut.
"Kami membuat sebuah simulasi balapan dengan ban lunak pada bagian belakang, dan dari pertengahan hingga akhir balapan, saya malah semakin pelan. Jadi, pengesetan motor tidak bagus, dan kami berharap mencoba pengesetan yang dipakai tahun lalu pada balapan akhir pekan nanti. Kita lihat saja apa yang akan terjadi."
Hal sebaliknya justru disampaikan rekan setim Lorenzo, Spies. Pebalap asal Texas ini mengaku senang dan siap menghadapi seri perdana di Losail.
"Ini sebuah tes yang bagus, dan saya senang," ujar Spies. "Hari ini kami mencoba beberapa hal baru dan motor juga mengalami banyak perkembangan."
"Saya sangat percaya diri saat datang ke sini setelah balapan di Sepang. Semoga kami bisa membuat motor semakin bagus lagi sebelum balapan. Tahun lalu kami melihat M1 bekerja dengan baik di trek ini karena menjadi titik yang kuat bagi Yamaha. Saya pikir, hal yang sama juga bisa terjadi pada tahun ini."
READ MORE - MOTO GP Lorenzo Pesimistis, Spies Optimistis

MOTO GP Komentar Rossi tentang Lorenzo-Stoner


Valentino Rossi (kanan) dan Jorge Lorenzo, ketika masih bersama-sama di tim Fiat Yamaha pada musim 2010. Kini, Rossi pindah ke Ducati.


zoronk — Valentino Rossi memberikan komentar mengenai siapa yang menjadi saingan beratnya pada MotoGP 2011, terutama dua rival klasiknya, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam sebuah wawancaranya dengan pembawa acara talk show, Piero Chiambretti, yang akan ditayangkan di Italia pada hari Jumat.
Dalam sebuah kutipan yang diambil dari tulisan Sportmediaset.com, Rossi menyebut mantan rekan setimnya di Fiat Yamaha (Lorenzo) sebagai yang "tidak menyenangkan". Adapun Stoner, meskipun difavoritkan Rossi, dianggap mengecewakan karena "sering mengulangi kesalahan yang sama."
"Stoner menjadi favorit kejuaraan ini, tetapi saya juga mengatakan bahwa kesialan menimpa dia," canda Rossi, yang sedang mempersiapkan diri melakukan debutnya dengan Ducati pada seri perdana MotoGP di Losail, Qatar, dua minggu mendatang.
"Aku memberinya 10 dari 10 untuk kecepatan dan bakat, tetapi agak kurang untuk taktik dan kecerdikan. Dia seorang yang gila, yang sering mengulangi kesalahan yang sama."
"Jorge hebat karena semua orang setuju tentang dirinya dalam arti bahwa setiap orang berpikir dia tidak menyenangkan. Dia kuat, layak mendapatkan 9,5. Saya tidak akan mengatakan dia cerdas karena itulah kata yang kuat. Ya... katakanlah dia licik."
Rossi juga menyinggung tentang rekan setimnya di Ducati, Nicky Hayden. "The Doctor" mengungkapkan, tidak akan ada lagi "dinding" seperti yang pernah memisahkan dia dan Lorenzo di garasi Yamaha.
"Hayden kuat, dia layak mendapatkan nilai 8. Dia adalah rekan setim dan oleh karena itu jadi saingan pertama saya. Dinding? Dengan Hayden tidak akan itu, sedangkan dinding ada dengan Lorenzo karena saya berharap untuk tidak mengajarinya semua trik saya. Dinding adalah sesuatu yang menghasilkan begitu banyak kontroversi. Namun, segalanya berlalu dari satu sisi ke sisi lain."
"Simoncelli layak mendapatkan 8,5," tambah Rossi mengenai temannya. "Dia masih perlu menunjukkan lebih banyak lagi, tetapi ia memiliki motor Honda yang sangat cepat dan dia pasti akan menjadi duri dalam daging saya."
Akhirnya, Rossi teringat kembali tentang persaingannya dengan rekan senegaranya, Max Biaggi, yang meraih gelar juara dunia World Superbike Championship. Menurutnya, pebalap Italia tersebut tidak belajar bagaimana menerima kekalahan.
"Saya melihat kembali pertarungan itu," tambahnya. "Di luar trek, dia menggunakan berbagai trik untuk mencoba dan mengguncang saya. Mengetahui bagaimana kehilangan adalah salah satu hal yang paling sulit. Biaggi tidak pernah sangat baik pada saat itu."
READ MORE - MOTO GP Komentar Rossi tentang Lorenzo-Stoner

Lorenzo: Nenekku Bisa Lebih Cepat

Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo.


zoronk — Pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, sangat geram dengan performanya saat latihan resmi terakhir pra-musim MotoGP 2011 di Losail, Qatar, Senin (14/3/2011). Dalam uji coba pamungkas menjelang seri pembuka di Sirkuit Losail, Minggu (20/3/2011), Lorenzo terpuruk di posisi ketujuh dengan catatan waktu terbaik 1 menit 56,707 detik.
Raihan tersebut masih lebih lambat dari apa yang dia peroleh pada Minggu (13/3/2011) malam. Dia juga terpaut lebih dari satu detik dengan pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang mencatatkan waktu tercepat pada malam terakhir tersebut. Stoner pun kalah dari rekan setimnya, Ben Spies, yang berada di posisi ketiga.
Maka dari itu, tak heran jika Lorenzo sangat kecewa dengan persiapannya untuk mempertahankan gelar. Mantan juara dunia dua kali kelas 250 cc ini pun merasa pesimistis dengan peluangnya untuk memenangi seri pembuka di Qatar tersebut.
"Ini bukan merupakan hari terbaik sepanjang karierku," ujar Lorenzo, yang memenangi sembilan seri pada musim 2010 dan membuat rekor baru di arena MotoGP, ketika mengumpulkan total 383 poin. "Ketika saya membalap dengan buruk saya mengakuinya dan mengatakan bahwa saya tampil tidak bagus. Saya membalap dengan baik. Namun, pengesetan motor tidak tepat sehingga kami kehilangan banyak waktu karena ban belakang."
"Nenekku mungkin bisa lebih cepat dengan pengesetan yang lebih baik."
Lorenzo mengakui, motornya sangat sulit untuk berubah ke arah yang benar. Itu lantaran dia merasa sangat tidak nyaman ketika melakukan pengereman dan traksinya pun buruk. Oleh karena itu, pebalap asal Spanyol ini mengatakan bahwa mereka akan mencoba pengesetan tahun lalu setelah pengesetan di Sepang tak cocok untuk dipakai di Losail.
READ MORE - Lorenzo: Nenekku Bisa Lebih Cepat

Entri Populer