Dalam kehidupan yang kita jalani ini, tentu berbagai persoalan dan masalah akan kita hadapi, persoalan dan masalah tersebut sebagai wujud kecintaan Allah kepada kita sehingga kita selalu mengingat Nya untuk itu perlu kita belajar tiga hal belajar bersukur,belajar penghormatan, belajar mendoakan orang lain

Jumat, 25 Maret 2011

TUGAS TEKNIK SUNGAI


Karakteristik dan Morfologi Sungai
1. Kenapa dalam membuat konstruksi yang yang melintang di sungai selalu
mempertimbangkan kondisi morfologi dari sungai ?
Jawab : Membuat bangunan melintang sungai baik berupa Bendung
maupun bendungan, jembatan dengan pilar ± pilarnya selalu
menimbulkan 2 akibat :
(a) Perubahan sungai ke arah horisontal terhambat,
(b) Air dan sedimen dibelokkan, sehingga konsentrasi sedimen berubah.
Data fisik yang diperlukan:
(a) Kandungan dan ukuran sedimen,
(b) Tipe dan ukuran sedimen,
(c) Distribusi ukuran butir,
(d) Banyak sedimen
(e) Pembagian sedimen secara vertikal dalam sungai,
(f) Data historis degradasi dan agradasi sungai.berubah. morfologi sungai.
2. Paparkan pertimbangan lokasi menurut morfologi sungai dalam
pembangunan bendung dan bangunan pengelak.
Jawab:
(a) Pilih bagian sungai lurus, tidak ada gerusan;
(b) Pilih lembah yang sempit (biaya murah);
(c) Keperluan elevasi muka air;
(d) Ketersediaan bahan bangunan.( material )
3. Jelaskan criteria sunga stabil dan sungai yang labil secara morfologi.
Jawab;
Sungai stabil: tebing dari batuan kokoh, dasar sungai adao ut c rop
(batuan), atau batubatuan besar

Sungai labil: penuh kerikil dan pasir, tebing tidak kokoh, tidak adao ut c ro p ,
alur berpindah (semi braiding). Sungai bermeander: berkelok,
berpindahpindah, melewati aluvial, konsentrasi endapan tinggi, sungai
melebar, degradasi tinggi.
Erosi dan Transport Sedimen pada Sungai
1. Berikan solusi / usaha yang relatif ideal dalam pengendalian erosi DAS.
Jawab: Pengendalian erosi DAS yang relatif edeal ada beberapa
pendekatan yang dipakai yaitu :
a. Kegiatan yang bersifat Teknik Sipil
b. Kegiatan yang bersifat Teknik Pertanian
Kegiatan teknik sipil meliputi :
1. Pengerukan dasar sungai, tebing sungai dan muara sungai
2. Pembuatan sidatan sungai, supaya sedimentasi dialirkan ke
tempat- tempat yang perlu penimbunan atau di buang ke laut.
3. Pembuatan bendungan pengendali sedimen (check dam atau
consolidation dam).
4 Khusus untuk mengamankan daerah irigasi dan saturan PLTA di
bangun struktur khusus yaitu pintu pengurasan yang dilengkapf
dengan konstruksi pembilas di bawah pintu (Under Flushing),
saluran pengendapan pasir dan kolam pengendapan pasir
Kegiatan Pertanian.
1. Menghutankan daerah hulu dan daerah tengah.
2. Reboisasi daerah-daerah gundul
2. Bagaimana melindungi tebing sugai dengan kondisi tanah yang porus dan
gembur terhadap erosi ?
Jawab: Bila teing sungai tersebut kemiringannya < 600 disarankan
menanam rumput vetiver ( akar wangi ) karena rumput jenis ini mempunyai
akar serabut bila tumbuh di tanah yang porus dan gembur akarnyag bisa
mencapai kedalaman 3 m, denga demikian akan mencegah erosi dengan
baik.
3. Berikan solusi dalam pengendalian sedimen.
Jawab:
A. Bendung Pengendali Sedimen ( Sabo Dam)
Manfaat yang dapat diambil dengan pembuatan Sabo dam adalah :
-
Sebagai tempat penampungan sedimen yang terbawa air sebagai
hasil erosi dari hulu DAS.
-
Dapat mengurangi debit banjir dibagian hilir bendungan.
-
Apabila volume tampungan air cukup besar clapat digunakan
sebagai persediaan air.
-
Sebagian air yang meresap di tanah di bawah dasar waduk akan
memperbesar cadangan air tanah 

B. Perbaikan Alur Sungai Pada Kipas Pengendapan
Perbaikan alur sungai arus deras hampir sama dengan perbaikan sungai
dataran rendah yaitu mengusahakan agar bagian sungai yang melintasi
daerah kipas pengendapan dapat mencapai kondisi yang stabil, tetapi jika
sediment masih terus mengalir secara berlebihan memasuki bagian sungai
tersebut dan mengendap, .dengan demikian diperlukan perbaikan alur
sungai pada kipas pengendapan untuk mencegah pengendapan,
mengurangi intensitas meander dan mencegah gerusan local.
C. Pengendalian Sedimen Dengan Sistem Waduk
Penegendalian sedimen dengan sistem waduk ini dengan memperkirakan
besarnya pengaliran sedimen pertahun dengan prosedur sebagai berikut:
1. Pendekatan menggunkan rumus Schocklitz
2. Mengadakan studi yang terangkut dimuara sungai, dimana ada
sungai tersebut akan dibangun bendungan besar untuk waduk
3. Mengadakan studi perbandingan pada waduk-waduk yang jadi
Setelah itu menganalisa besar kapasitas tampungan sedimen (Dead
Storage) dan menentukan elevasi tertinggi dari tampungan sedimen,
kemudian menentukan volume cadangan guna menentukan elevasi
terendah dari pada bangunan pengambilan air (Water Intake)
E. Pengendalian Sedimen dengan Sistem jetty
Pengendalian sedimen dengan sistem jetty agar muara sungai tetap terbuka
arah daratan yang membawa sedimen sehingga muara tertutup. Pada musim
hujan muara sungai akan terjadi danau dan endapan-endapan sungai
dimuara dihanyutkan oleh arus banjir dan profil sungai kembali pada posisi
semula.
Konstruksi jetty bermacam-macam yaitu:
1. Urugan tanah
2. Urugan batu
3. Beton
4. Tiang pancang beton/baja
F. Pengendalian Sedimen Dengan Sistem Kolmatase
Pengendalian sedimen dengan sistim Kolmatase ini untuk keperluan
perikanan,pertanian,pemukiman,industri
dan
lain-lain.Untuk
keperluan
tersebut kadang-kadang diperlukan agar dasar danau,rawa atau paya
dinaikkan,untuk menaikkan diperlukan sejumlah sedimen.
Sedimen dari sungai sengaja dialirkan dengan membuat saluran-saluran
baru. Karena proses waktu endapan pada danau atau rawa dapat dinaikkan.
Survei dan peralatan ukur di sungai
1. pengukuran apa saja yang diakukan di sungai ?
Jawab :
Beberapa pengukuran di sungai :
1.
Pengukuran tinggi muka air
2.
Pengukuran penampang basah sungai 
3.
Pengukuran debit cara langsung
4.
Pengukuran debit cara tidak langsung
2. Jeaskan Kenapa harus dilakukan survey di sungai
Jawab:
Bentuk ataupun sifat tiap sungai berbeda-beda sehingga perilaku
sungai hanya dapat dipahami dengan baik apabila disertai dengan
pengamatan-pengamatan dan pengukuran-pengukuran yang dicatat
untuk dipakai sebagai data empirik.
3. Jelaskan cara pengukuran sungai dengan merawas.
Jawab:
Dilaksanakan bila kedalaman air < 1 m dan kecepatan aliran tdk
membahayakan, Menggunakan batang pengukur sebagai alat untuk
memasang alat ukur arus dan sekaligus sebagai alat pengukur
kedalaman.
Hal-hal yang harus diperhatikan :
Š Petugas berdiri45 cm di sebeah hilir
ŠBatang pengukur tegak lurus dari dasar sungai dengan jarak 2,5
7,5 cm di hilir kabel
Š Posisi kabel tegak lurus terhadap pengaliran
Š Bila kondisi kabel tdk tegak lurus maka kecepatan yg diperoleh
dikalikan dengan faktor pengali yg besarnya sama dengan ³sinus sudut´
antara arah kecepatan terukur dengan kabel yang terpasang
Š Jika penyimpangan sudut < 5º % tdk dilakukan koreksi
ŠJika penyimpangan sudut 5º - 30º dilakukan koreksi
Pengaturan Alur Sungai
1. Faktor Pertimbangan apa saja yang dilakukan dalam normalisasi alur
sungai ?
 Jawab: Prtimbangan yang dilakukan dalam ormalisasi alur sungai
adalah
Faktor teknis, meliputi stabilitas alur untuk jangka panjang
Faktor ekonomis, meliputi, analisa optimasi terhadap beberapa
alternatif, termasuk biaya pelestarian fungsidan dimensi
Faktor lingkungan
2. Atas pertimbangan apa sudetan dibuat .
Jawab: Pada ruas sungai yang belokan-belokannya sangat tajam atau
meandernya sangat kritis, maka tanggul yang akan dibangun biasanya
akan menjadi lebih panjang. Selain itu pada ruas sungai yang demikian,
gerusan pada belokan luar sangat meningkat dan terjadi kerusakan
tebing sungai yang akhirnya mengancam kaki tanggul. Sebaliknya pada
belokan dalamnya terjadi pengendapan yang intensif pula.Guna
mengurangi keadaan yang kurang menguntungkan tersebut, maka
pada ruas sungai tersebut perlu dipertimbangkan pembuatan alur
baru,atau Sudetan.
3. Faktor apa yang menentukan dalam pengerukkan sebuah sungai.
Jawab: Faktor-faktor pengerukan antara lain :
Menetukan material yang harus dikeruk
Penelitian jenis material yang harus dikeruk (sifat fisik, kimia), untuk
menentukan peralatan yang digunakan, serta memprkirakan
kemungkinan pengaruh pencemaran yang mungkin terjadi
Menentukan lokasi penimbunan material hasil pengerukan dan
pemanfaatan tempat penimbunan
Pengaturan debit
1. Dalam mengatur debit langkah apa yan harus dilakukan
Jawab:
Pengaturan debit sungai/banjir dapat juga dilakukan melalui kegiatan
pembangunan : bendungan dan waduk banjir, tanggul banjir, palung
sungai, pembagi atau pelimpah banjir, daerah retensi banjir, dan sistem
polder.
2. Bagaimana pengendalikan backwater akibat dari bendung ?
Jawab;
Efek backwater bisa dihindari dengan pemilihan tipe bendung gerak
dengan demikian muka air bisa diatur sesuai yang diinginkan.
3. Solusi apa yang ditawarkan untuk menurunkan intensitas banjir ?
Jawab:
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas, frekuensi banjir dan dampak
banjir meningkat, adalah :  
a.Turunnya kemampuan DAS dalam meresapkan/menahan air hujan  
b.Kemampuan prasarana-sarana pengendali banjir yang masih
terbatas  
c.Kemampuan pemerintah untuk membangun prasarana-sarana banjir
yang masih sangat terbatas  
d.Adanya dampak perubahan iklim global  
e.Perilaku masyarakat yang tidak kondusif dalam pengelolaan banjir
Solusi yang ditawarkan adalah Meningkatkan kemampuan das dengan
peghijauan, perbaikan prasarana pengedali banjir, penyuluhan kepada
masyarakat tentang pentingnya mejaga dan melestarikan hutan DAS.
Pengaturan Muka Air Sungai
1. Menaikan muka air sungai dengan membangun bendung untuk navgasi
akan mengakibatkan terjadi perubahan terhadap kondisi lingkungan
sungai, bagaiman solusi yang diambil untuk meminimalisir efek yang
timbul.
Jawab: Dalam membangun bendung tentu akan merobah kondisi
ekosistim di lingkungan bendung tersebut, untuk meminimalisir efek yang
timbul maka perlu dilakukan pembangunan dengan pendekatan eko
hidrolik.
2 Jelaskan tujuan dari pengaturan muka air sungai.
Jawab: Menaikkan elevasi muka air sungai agar dapat mengalir secara
gravitasi memasuki suatu pintu pengambilan atau intake irigasi, PLTA
atau air industri. Dengan menaikkan dan mengatur elevasi muka air di
dalam alur pelayaran akan didapat kedalaman air yang diinginkan,
kecepatan aliran yang tidak terlalu besar .
3. Jelaskan Syarat layaknya sungai seagai jalur navigasi.
Jawab
Syarat layaknya sungai sebagai jalur navigasi adalah sebagai berikut:
a.Mempunyai kedalaman yang sesuaidengan draft kapal yang
diizinkan melayarinya.
b.Lebar sungai dan lintasan alinment sungai tidak terdapat kelokan
tajam.
c.Kecepatan alirantidak teralu besar.
d.Dlengkapi dengan bendung-bendung untuk menaikkan muka air
Penampungan dan Proteksi banjir.
1. Jelaskan rekayasa teknik dalam pegendalian banjir.
Jawab:
Rekayasa teknis ³structural measures´ dengan membangun prasarana
Keairan,
a. Pembangunan situ dan waduk
b. Pembangunan dam pengendali aliran air sungai
c. Pembuatan sodetan
d. Pembuatan tanggul banjir
e. Normalisasi alur sungai
f. Pembangunan kanal banjir
2. Jelaskan pula rekayasa non teknis.
Jawab:
Rekayasa non teknis ³non structural measures´ mengendalikan kegiatan
manusia yang tinggal di sepanjang bantaran banjir/sungai,
a. Penentuan peil banjir
b. Sistem pemberitahuan dini (early warning system) ketika datangnya
banjir
c. Program evakuasi korban banjir
d. Pengaturan tata guna lahan
e. Pengaturan ³river block plan´
f. Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan sungai
dan bantarannya
g. Perbaikan kelembagaan pengendalian banjir
3. Jelaskan factor ± factor yang mempengaruhi terjadinya banjir.
Jawab:
Faktor pertama adalah hidroklimat tropis (hujan dengan intensitas tinggi dan
yang berlangsung lama), misalnya yang terjadi pada tahun 1996 dan 2002 di
Jakarta

Faktor kedua adalah karakteristik geografis dengan ciri perkotaan yang
kuat, bahkan terjadi overpopulation di beberapa pulau seperti Jawa dan
Bali. Dalam banyak kasus khususnya Jakarta, proses urbanisasi anarkis
dan invasi lahan-lahan rawan banjir di sempadan sungai adalah hal yang
lazim.
Parahnya, proses urbanisasi tidak hanya terjadi di daerah hilir dimana
kota-kota




Comments :

1

LUAR BIASA ILMU MAS KASMIN...
KEMBANGKAN TERUS MAS... SAYA SENANG BACA ARTIKEL INI...
BISA MEMBANTU PROGRAM PEMERINTAH YANG SAAT INI SEDANG GENCAR-GENCARNYA MENANGGULANGI BANJIR. SALAM KENAL SAYA DARI SURABAYA.

Miss Nana mengatakan...
on 

Posting Komentar