Dalam kehidupan yang kita jalani ini, tentu berbagai persoalan dan masalah akan kita hadapi, persoalan dan masalah tersebut sebagai wujud kecintaan Allah kepada kita sehingga kita selalu mengingat Nya untuk itu perlu kita belajar tiga hal belajar bersukur,belajar penghormatan, belajar mendoakan orang lain
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Hubungan Ukuran Tangan dengan Mr P

TANYA :
Dok, apakah benar mitos yang mengatakan bahwa ukuran tangan dan kaki itu berbanding lurus dengan ukuran alat kelamin? Pasalnya, ukuran tangan dan kaki saya termasuk sangat kecil, jauh lebih kecil dari ukuran teman-teman pria saya, bahkan lebih dari sebagian wanita.
Yang saya khawatirkan adalah ketika saya memegang alat kelamin, saya sendiri merasa bahwa ukuran penis saya kecil. Saya khawatir jika suatu saat nanti istri saya adalah wanita yang kebetulan tangannya agak besar, penis saya akan terasa kecil sekali jika dipegangnya.
Apakah kekhawatiran ini normal? Atau saya hanya terintimidasi dengan film porno yang sering saya tonton, di mana ukuran penis sang bintang pria biasanya besar sekali, sampai-sampai si bintang wanita kesulitan ketika memegangnya? Mohon jawabannya. Terima kasih.
Agung (22), Semarang  
JAWAB :
Namanya mitos, ya pasti tidak benar. Tidak ada hubungan antara ukuran tangan dan kaki dengan ukuran penis. Saya tidak tahu seberapa ukuran penis Anda, yang Anda anggap kecil itu. Apakah kecil dalam perkembangan normal ataukah kecil karena kelamin memang tidak berkembang normal.
Kalau kelamin Anda sudah melewati perkembangan kelamin yang normal maka ukuran dan fungsinya seharusnya normal, kecuali kalau kemudian Anda mengalami gangguan atau penyakit tertentu.
Banyak pria yang merasa penisnya kecil dan tidak normal karena membandingkan dengan orang lain, khususnya pelaku film porno. Namun, di pihak lain ada pula pria dewasa yang baru menyadari bahwa perkembangan kelaminnya tidak normal.
Untuk menentukan apakah kelamin Anda sebenarnya normal atau tidak, tentu diperlukan pemeriksaan. Kalau dulu Anda mengalami gangguan dalam perkembangan kelamin sehingga penis tidak berkembang normal, maka keadaan ini memang perlu mendapat pengobatan.
Sayangnya, pengobatan yang diberikan setelah orang menjadi dewasa hanya mampu membantu perkembangan penis, tetapi tidak mampu membantu perkembangan testis.
READ MORE - Hubungan Ukuran Tangan dengan Mr P

Kenapa Penis Manusia Tak Bertulang?

KOMPAS.com — Misteri tentang asal-usul manusia beserta perubahan pada bentuk tubuhnya menjadi hal menarik untuk diungkap. Upaya para ahli genetika di dunia untuk menelusurinya tidak pernah berhenti.
Salah satu temuan terkini dan penting diketahui adalah bagaimana proses evolusi ini telah membuat beberapa bagian tubuh manusia modern berbeda dengan nenek moyangnya.
Para ahli di Amerika Serikat baru-baru ini mengungkap alasan mengapa manusia memiliki otak berukuran besar dan dikaruniai alat vital yang lunak dan tak bertulang. Menurut teori para ilmuwan, hal ini rupanya diakibatkan oleh hilangnya beberapa rantai atau sekuen DNA selama proses berjalannya evolusi.
Dalam laporan yang dipublikasi jurnal Nature, para ilmuwan dari Stanford University menunjukkan perbedaan antara manusia dan kerabat mamalia terdekatnya, yakni simpanse. Kata mereka, perubahan ini merupakan akibat dari hilangnya sekuen DNA sejak sekitar 6 juta tahun lalu.
Para wanita di dunia ini tampaknya patut bersyukur terhadap perubahan tersebut karena di antara DNA yang "terbuang" itu ada yang dapat memicu penis menjadi bertulang. DNA ini pula yang diduga membuat simpanse kini memiliki penis yang "tajam" dan bertulang.
Salah seorang penulis laporan, Profesor David Kingsley, dari Howard Hughes Medical Institute pada Stanford University, mengatakan bahwa hilangnya tulang pada penis mungkin menjadi salah satu faktor mengapa manusia kini mengembangkan hubungan monogami.
Sementara itu, simpanse dan makhluk mamalia lainnya dipercaya menggunakan alat reproduksi vitalnya dengan menghilangkan kompetisi sperma.
"Organisme yang memiliki penis bertulang secara umum memiliki sistem pasangan yang kompetitif," ungkap Profesor Kingsley.
"Betina akan berpromosi ketika mereka dengan subur dan mereka hanya bisa berhubungan seks di sekitar masa ovulasi. Masa ovulasi pada manusia tersembunyi dan para wanita dalam spesies kita dapat berhubungan seks untuk jangka waktu lama. Hilangnya tulang dalam penis adalah rangkaian yang utuh yang berkaitan dengan ikatan jangka panjang dan bukannya perjumpaan yang sesaat," papar Kingsley.
Dalam penelitiannya, para ahli membandingkan gen manusia modern dengan simpanse dan beruk. Para ahli mengidentifikasi segmen 510 DNA yang hilang pada manusia, tetapi sangat eksis pada simpanse dan beruk. Riset ini juga menggunakan analisis komputer untuk mengidentifikasi hilangnya sekuen DNA yang terkluster di sekitar gen-gen tertentu.
"Kami melihat lebih banyak perubahan di sekitar gen yang terlibat dalam pengiriman sinyal hormon steroid," ungkap Profesor Kingsley.
Menurut peneliti, perubahan juga lebih banyak tampak di sekitar gen-gen yang terlibat dalam perkembangan sistem saraf.
Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan tikus di laboratorium untuk mencari dua sekuen DNA. Yang pertama berhubungan dengan gen reseptor androgen, sementara yang kedua berkaitan dengan gen GADD45g yang menekan pertumbuhan sel-sel. Riset pada tikus itu menemukan, gen yang pertama berkaitan dengan genital, sedangkan gen GADD45g berkaitan dengan pertumbuhan otak.
Kingsley mengatakan, hilangnya gen, yang membuat sel-sel otak dapat terus  berkembang di bawah kendali, mungkin berkontribusi pada pertumbuhan otak yang lebih besar. Namun, ia menyatakan bahwa hilangnya struktur DNA hanyalah salah satu faktor dalam perkembangan sebuah keturunan baru.
READ MORE - Kenapa Penis Manusia Tak Bertulang?

Selasa, 15 Maret 2011

Bahaya Radiasi Nuklir pada Kesehatan



 Photo/The Yomiuri Shimbun, Yasushi Kanno
Reaktor nuklir nomor 1 di pembangkit Fukushima Daiichi di Okumamachi, Prefektur Fukushima, Jepang.
zoronk- Pasca gempa besar di Jepang, publik dikhawatirkan akan terjadinya ledakan nuklir pada reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima, Jepang. Ketakutan itu  mungkin beralasan mengingat efek radiasi pada tubuh tidak bisa dianggap enteng.
Dampak radiasi menurut Dr. David J. Brenner, direktur Center for Radiological Research at Columbia University, tidak bersifat langsung. "Bisa berminggu kemudian baru muncul gejalanya," katanya.
Ia menyebutkan dampak radiasi pada tubuh tergantung pada material radioaktif yang dilepaskan dan durasi paparan. Level paparan yang tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut, bahkan kematian. Sindrom tersebut akan menimbulkan gejala mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, serta diare.
Pada level yang lebih tinggi, korban yang terpapar bisa meninggal dalam hitungan minggu. "Penyebabnya adalah usus yang gosong," katanya.
Radiasi nuklir akan menganggu kemampuan sel untuk membelah diri dan berproduksi. Sel-sel di usus besar biasanya merupakan bagian tubuh yang paling cepat membelah diri. Demikian juga halnya dengan sel pembentuk darah di sumsung tulang yang sangat rentan terkena radiasi.
Sementara itu pada penduduk yang termasuk dalam kelompok risiko rendah, radiasi nuklir bisa memicu risiko kanker dalam beberapa tahun. Namun, hal ini juga tergantung pada lamanya paparan dan jenis radioaktif yang dikeluarkan reaktor nuklirnya.
Beberapa jenis material radioaktif ada yang dengan mudah diserap tubuh dan bertahan. Misalnya saja Iodin yang akan langsung diserap kelenjar tiroid atau strontium yang akan masuk tulang. Jenis radioaktif lainnya, seperti tritium, akan dengan cepat dikeluarkan tubuh.
Untuk mencegah bahaya radiasi, pemerintah Jepang telah memberikan pil potasium iodine yang bisa menetralkan pengaruh iodine tadi dengan cara mencegah kelenjar tiroid menyerap iodine. Namun menurut Brenner, iodine bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat berbagai cara, yakni udara atau makanan yang terpapar radiasi.
"Radioaktif iodine tidak harus masuk ke tubuh secara langsung. Iodine yang ada di udara bisa terserap ke tanah kemudian ternak memakan rumput yang tanahnya terpapar radiasi. Kemudian manusia memakan daging atau susu sapi itu," katanya.
Karena itu ia berpendapat pil potasium idodide kurang efektif mencegah kanker tiroid akibat radiasi nuklir. "Epidemi kanker tiroid pada korban nuklir Chernobyl bisa dicegah jika pemerintah segera melarang warganya minum susu sapi atau makan buah yang tumbuh dari tanah yang terkena radiasi," katanya.
Anak-anak berusia kurang dari 18 tahun, bayi, serta janin di dalam kandungan merupakan kelompok yang paling beresiko pada paparan radiasi karena sel-sel dalam tubuh mereka masih aktif membelah diri.
READ MORE - Bahaya Radiasi Nuklir pada Kesehatan

Tingkat Radiasi Sudah Membahayakan

 
A Seorang staf Palang Merah, berpakain warna merah, dipindai guna memeriksa adanya radiasi setelah kembali dari Fukushima ke rumah sakit di Nagahama, Prefektur Shiga
TOKYO, Tingkat radiasi di dekat sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang rusak akibat gempa di Jepang sekarang berbahaya bagi kesehatan manusia. Pemerintah Jepang menyampaikan hal itu setelah dua ledakan dan kebakaran di fasilitas tersebut, Selasa (15/3/2011).
"Tidak ada keraguan bahwa tidak seperti pada masa lalu, angka sudah berada pada level di mana kesehatan manusia dapat terpengaruh," kata Kepala Juru Bicara Pemerintah Jepang Yukio Edano.
Puluhan ribu orang telah dievakuasi dari zona yang ada dalam radius 20 kilometer dari pembangkit Fukushima No. 1, 250 kilometer di timur laut Tokyo. Namun, Perdana Menteri Naoto Kan mendesak masyarakat yang tinggal dalam jarak 10 kilometer dari zona eksklusif di sekitar pembangkit itu untuk tinggal di dalam rumah.
Selasa pagi, ledakan terjadi pada reaktor nomor dua di pembangkit tersebut. Edano kemudian mengatakan, ada juga ledakan yang memicu kebakaran di reaktor nomor empat. Meskipun reaktor nomor empat ditutup untuk pemeliharaan ketika gempa dan tsunami melanda pada Jumat lalu, "Bekas bahan bakar nuklir dalam reaktor itu memanas, menciptakan hidrogen dan memicu ledakan hidrogen".
Dia mengatakan, zat radioaktif bocor bersama dengan hidrogen. "Perlu diingat bahwa apa yang terbakar bukan bahan bakar nuklir itu sendiri," kata Edano. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk memadamkan atau mengendalikan api sesegera mungkin."
Ledakan hidrogen serupa telah merusak reaktor nomor satu dan nomor tiga pada hari Sabtu dan Senin. Bangunan-bangunan bagi empat dari enam reaktor di pembangkit itu, yang beroperasi tahun 1971, kini telah rusak karena ledakan.
Edano mengatakan, zat radioaktif mungkin telah menyebar di wilayah sekitar 20-30 kilometer. Namun, zat-zat itu akan menghilang saat menyebar semakin jauh.
Jepang kini berjuang mengatasi kondisi darurat nuklir setelah gempa dan tsunami dahsyat pada Jumat lalu memutuskan aliran listrik ke pembangkit berusia 40 tahun itu dan menggagalkan sistem pendinginnya. Para petugas telah berjuang untuk mencegah kebocoran pada reaktor yang rusak. Mereka mengatakan, batang bahan bakar mungkin telah rusak karena overheating.
Krisis nuklir itu telah membuat penduduk di daerah sekitar, yang tengah berjuang pasca-gempa dan tsunami, jadi terkesima. "Ada sangat sedikit orang keluar di jalan-jalan," kata Mako Sato, seorang pelayan kafe di kota Miharumachi, tepat di luar zona evakuasi. "Mereka tinggal di rumah atau di pusat-pusat evakuasi karena kondisi di sekitar pembangkit nuklir sangat tidak menentu. Persediaan makanan kurang dan semua pelanggan berbicara tentang gempa dan betapa menakutkannya hal itu karena kami masih merasakan gempa susulan."
Seorang karyawan di Chisun Hotel di Koriyama mengatakan, tidak ada tanda-tanda kepanikan meskipun ada krisis nuklir. "Setiap orang tenang. Namun karena ada kekhawatiran keamanan setelah gempa, kami tidak menerima bisnis baru," kata karyawan itu. "Makanan sangat sedikit. Convenience store yang terdekat semuanya tutup. Kami melakukan yang terbaik dengan layanan yang kami pu
READ MORE - Tingkat Radiasi Sudah Membahayakan

Entri Populer