Dalam kehidupan yang kita jalani ini, tentu berbagai persoalan dan masalah akan kita hadapi, persoalan dan masalah tersebut sebagai wujud kecintaan Allah kepada kita sehingga kita selalu mengingat Nya untuk itu perlu kita belajar tiga hal belajar bersukur,belajar penghormatan, belajar mendoakan orang lain
Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Ahmadinejad: AS Merusak 95 Persen Lingkungan Hidup



Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menjelaskan bahwa 95 persen warga dunia berupaya membenahi lingkungan hidup. Namun sebuah negara yang berjumlah lima persen, yakni AS, malah merusak upaya yang dilakukan oleh seluruh penghuni bumi.
Ahmadinejad dalam pidatonya, hari ini (Sabtu, 5/3) di acara peringatan Konvensi Ramsar ke-40 di Tehran menyebut lingkungan hidup sebagai faktor penyebab kejayaan, kemajuan, kehidupan bahagia dan persahabatan antarsesama manusia. Dikatakannya, "Allah Swt menciptakan alam semesta dalam keseimbangan yang indah sehingga manusia dapat berkembang di alam ini dan mengoptimalkan apa yang diberikan Allah ke arah kesempurnaan dan kehidupan vertikal."
Lebih lanjut Ahmadinejad menjelaskan ada tiga faktor yang merusak nilai-nilai kemanusiaan dan tatanan alam semesta. Pertama adalah tidak adanya kesadaran. Terkait faktor pertama ini, Ahmadinejad menjelaskan, "Banyak jenis orang yang tidak mengetahui langkah-langkah destruktifnya."
Menurut Ahmadinejad, faktir kedua yang merusak tatanan alam semesta adalah tidak adanya aturan standard. Dikatakannya, "Di berbagai tempat, hingga kini, tidak ada aturan standard dan komprehensiif terkait lingkunggan hidup. Saat tidak ada aturan, maka terjadilah kekacauan."
Adapun faktor destruktif ketiga adalah kapitalisme. Ahmadinejad menjelaskan, "Ketika sejumlah pihak mendefinisikan manusia sebagai eksistensi yang tidak ada kaitannya dengan langit dan ketuhanan. Bahkan mereka beranggapan bahwa manusia tidak terikat dengan norma dan etika, maka saat itu pula, mereka meletakkan pondasi destruktif di alam semesta."
Konvensi Ramsar adalah perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan. Peringatan Konvensi Ramsar ke-40 di gelar di Tehran selama dua hari. Dalam acara itu dihadiri enam menteri, empat deputi menteri, 29 duta besar dan 14 delegasi dari berbagai negara. (IRIB/Farsnews/AR)
READ MORE - Ahmadinejad: AS Merusak 95 Persen Lingkungan Hidup

Berkedok Misi Kemanusiaan, Inggris Siap Kirim Pasukan Duduki Libya



Sejumlah media Inggris hari Sabtu (5/3) mengkonfirmasikan persiapan sejumlah unit militer Inggris untuk diberangkatkan ke Libya.
Seperti dilaporkan IRNA, televisi Sky News Inggris pagi hari ini dalam breaking news menuturkan, Departemen Pertahanan Inggris membenarkan sejumlah unit militer negara ini dalam kondisi siaga untuk menjalankan misi "kemanusiaan" ke Libya jika diperlukan.
Koran Daily Telegraph merilis laporan lebih terperinci dalam hal ini. "Sumber-sumber terpercaya menekankan bahwa brigade ketiga Battalion Royal Regiment of Scotland (3 SCOTS) disiagakan penuh untuk diberangkatkan ke Afrika Utara dalam 24 jam mendatang.
Sumber ini menambahkan, unit ini memiliki 600 pasukan infantri dan saat ini disiagakan penuh di kota Inverness, Skotlandia. Daily Telegraph menulis, Departemen Pertahanan menekankan bahwa unit ini akan menjalankan misi kemanusiaan dan bukannya menginvasi Libya.
Berita kesiagaan unit militer Inggris untuk diberangkatkan ke Libya tersiar di saat kekhawatiran soal upaya pasukan pro Gaddafi untuk merebut sejumlah kota yang dikuasai rakyat revolusioner kian kuat.
Koran Daily Telegraph juga melaporkan bahwa negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tengah membahas opsi lain terkait intervensi militer ke Libya jika dimungkinkan. "Inggris juga bersiap mengirim diplomat dan penasehat khusus ke timur Benghazi yang dikuasai rakyat revolusioner Libya," tambah Daily Telegraph. (IRIB/IRNA/MF)
READ MORE - Berkedok Misi Kemanusiaan, Inggris Siap Kirim Pasukan Duduki Libya

Gates: Militer Iran Mampu Hapus Pengaruh Militer AS di Dunia



Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates dalam sebuah pidatonya di Akademi Angkatan Udara Colorado (AFA) mengakui peningkatan kemampuan militer Republik Islam Iran. "Kemajuan militer Iran menghapus pengaruh militer AS di dunia," aku Gates.
Hal ini disampaikan Gates saat memberikan sambutan di depan para taruna akademi angkatan udara AS di Colorado. Menurutnya kemajuan militer Iran, Cina dan Korea Utara menghapus pengaruh militer AS di dunia. Demikian dilaporkan Fars mengutip Reuters.
Ia menekankan, mencermati produksi senjata Cina, Iran dan Korea Utara mulai dari rudal Cruise dan Balistik hingga kapal selam canggih serta sistem anti udara sepertinya kesemuanya itu ditujukan untuk melumpuhkan persenjataan militer Amerika. (IRIB/Fars/MF)
READ MORE - Gates: Militer Iran Mampu Hapus Pengaruh Militer AS di Dunia

Apa Jadinya Jika Armada Laut Iran Bertemu Kapal Laut Israel ?



Panglima Angkatan Laut Republik Islam Iran, Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan, saat armada laut Iran menjalankan misinya berpapasan dengan kapal perang Rezim Zionis Israel di Laut Mediterania. Saat itu, kapal perang Israel meminta kita mengenalkan diri dan memberi laporan, namun mendapat reaksi dari armada Iran, ungkap Sayyari.
Menurut laporan Fars News, Laksamana Sayyari hari ini (Sabtu 5/3) dalam jumpa pers mengkaji misi armada laut Iran ke Laut Mediterania mengatakan, armada ini termasuk armada ke 12 yang menjalankan misi untuk menyambung jalur hubungan Iran di Teluk Aden. Menurutnya perbedaan misi kali ini dengan misi sebelumnya terletak pada penyertaan taruna angkatan laut Universitas Imam Khomeini dalam misi ini. Hal ini menurut Sayyari untuk menambah pengalaman para taruna juga magang bagi mereka.
Sayyari mengingatkan, pasca misi di Teluk Aden, armada laut ini menyerahkan misi selanjutnya kepada armada 13 dan memasuki Laut Merah melalui Selat Bab al-Mundib. (IRIB/Fars/MF)
READ MORE - Apa Jadinya Jika Armada Laut Iran Bertemu Kapal Laut Israel ?

Entri Populer