Dalam kehidupan yang kita jalani ini, tentu berbagai persoalan dan masalah akan kita hadapi, persoalan dan masalah tersebut sebagai wujud kecintaan Allah kepada kita sehingga kita selalu mengingat Nya untuk itu perlu kita belajar tiga hal belajar bersukur,belajar penghormatan, belajar mendoakan orang lain
Tampilkan postingan dengan label gosip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gosip. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2011

Awas, Rayuan 'Video Mesum Raffi Ahmad & Yuni Shara' di Facebook

rafi dan yuni


Aksi mencuri data sensitif (Phising) yang dilakukan di Facebook dengan mengandalkan nama beken selebritis mulai mewabah. Apalagi yang diiming-imingi adalah video mesum. Nama Raffi Ahmad dan Yuni Shara pun didompleng untuk aksi kejahatan cyber ini.

Modus yang digunakan biasanya menggunakan sarana chatting di Facebook. Pelaku menyebar pesan di fasilitas chatting tersebut dengan pancingan yang tentunya menggoda mereka yang penasaran.   

"lihat video mesum raffi ahmad ma yuni zhara. yg tertangkap salah satu camera CCTV di salah satu hotel di jakarta. nich situs/web videos : http://www.video-sex-party-indonesia.such.******/. kalau udah lihat langsung di hapus ya.....," tulisnya.

Jelas saja url di atas merupakan situs palsu yang cuma digunakan sebagai rayuan agar si penerima pesan masuk ke situs yang dimaksud. Setelah masuk, maka akan ada situs yang tampilannya mirip dengan Facebook.

Di sini, user diminta memasukkan username dan password akun Facebooknya. Nah, di bagian inilah pencurian informasi terjadi, data yang dimasukkan tersebut direkam ke situs palsu yang tampilannya mirip Facebook tersebut. Dan ketika log-in, user malah dibawa ke halaman situs porno dengan rentetan konten mesum di dalamnya.  

Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu masalah belum selesai sampai di sini. Sebab, akun Facebook mereka selanjutnya bakal dikendalikan oleh si penjahat cyber.

Buktinya, radar zoronk, pernah mendapat kiriman pesan serupa. Namun ketika ditanyakan langsung ke pemilik akunnya, ia mengaku tak pernah mengirimkan pesan apa-apa.

Pakar antivirus dari Vaksincom Alfons Tanudjaya mengatakan, dari domain yang digunakan ini merupakan aksi phising lokal. Pelaku selanjutnya menjalankan modus yang 'meminta tolong atau sumbangan sejumlah uang kepada temannya' dengan berbekal id akun Facebook korban.

Meski demikian, belum diketahui jumlah korban akibat penipuan tersebut. Namun dilihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan Facebook, bukan tidak mungkin penipuan ini bakal menelan korban.

"Korban finansial dari modus ini belum ada, tapi usaha-usaha sudah banyak sekali," tandas Alfons, kepada radar zoronk.

Sungguh bahaya bukan? Untuk itu, bagi user yang merasa sudah menjadi korban aksi ini disarankan segera mengubah password akun Facebooknya. Selain itu, jangan lagi dengan mudahnya tertipu tawaran-tawaran serupa, apalagi dengan dalih video mesum artis!



READ MORE - Awas, Rayuan 'Video Mesum Raffi Ahmad & Yuni Shara' di Facebook

Sabtu, 19 Maret 2011

Peradaban pun Butuh Basa-Basi

ilustrasi (flickr/cc/dano)

Jakarta - Di suatu masa dulu, pernah saya baca entah di buku apa, bahwa ‘peradaban butuh basa basi’.

Sekarang, di era ketika semua orang dapat dengan mudah terlibat dalam percakapan virtual dengan siapa pun, bahkan dengan seseorang yang belum pernah dijumpai di dunia nyata, kalimat di atas semakin terasa kebenarannya.

Di twitter, sering kali kita jumpai status update yang memancing orang lain untuk nyamber. Entah karena tweet-nya menyangkut sesuatu yang aktual, atau memang provokatif, atau sekadar karena lucu. Bukan salah siapa-siapa jika kemudian reaksi yang datang pun beragam.

Interaksi yang terjadi setelah itu bisa bermacam-macam. Dari temen-teman sesama pekicau, kadang kita bisa mendapat respon atau bahkan masukan yang memang kita butuhkan. Namun, tak jarang, ketegangan muncul tanpa disengaja, hanya gara-gara satu atau dua tweet yang untuk ukuran kita ‘kurang sopan’.

Ah, ya. Belantara teks yang menyesatkan, seperti kata Paman Tyo. Dunia kata-kata yang dingin tanpa ekspresi. Hanya deretan huruf yang tersusun menjadi kata dan kalimat, yang mentah-mentah kita terima sebagai teks, tanpa kesempatan mendengar intonasi si ‘pembicara’, atau ekspresi yang terpancar ketika dia mengucapkan kalimat tersebut.

Kalau sudah begini, semakin terasa bahwa memang ada sesuatu yang tak terjembatani. Orang boleh saja bilang bahwa nyaris tak ada batas lagi antara dunia nyata dan ranah maya.

Deretan teks, ternyata tidak selalu memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang kita ingin sampaikan. Kita berharap penerima pesan memahami, bahwa maksud kita adalah A, tapi yang tersampaikan malah jauh dari pokok perkara. Dan masalah baru, yang kadang sepele kadang panjang urusannya, sangat mungkin muncul dari situasi-situasi seperti itu.

Seorang kawan pernah meminta saran lewat twitter, tentang sesuatu yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang tengah dia hadapi. Sesuatu yang sangat lumrah kita temui sekarang ini. Kebetulan, urusannya lumayan dekat dengan nyawa, dengan hidup dan matinya seorang manusia.

Reaksi yang datang, bisa ditebak, tidak semuanya menyenangkan. Beberapa orang bahkan menanggapi pertanyaan penting si kawan ini dengan guyonan yang sungguh tidak manusiawi. Dan persis seperti dugaan saya, kawan saya ini seketika seperti tersulut sumbunya, dan meledaklah dia. Tidak bisa dihindari, kedua pihak kemudian saling bersahut-sahutan dengan kalimat-kalimat yang semakin panas.

Saya jadi berpikir, alangkah baiknya jika kita semua membiasakan diri untuk lebih sensitif dan berhati-hati menanggapi sesuatu. Apa pun itu. Di media mana pun komunikasi terjadi. Terlebih lagi, pasti, di dunia virtual. Di dunia, di mana kita tak bisa mendengar nada dan suara lawan bicara, apatah lagi memerhatikan roman mukanya.

Sekadar saran saja, yang mungkin kurang penting juga, sih. Biasakan menambahkan emoticon seperlunya di setiap akhir kalimat yang kita tuliskan. Hal sepele yang akan sangat terasa bedanya.

Bayangkan seseorang merespon sesuatu, dengan sederet teks yang, mungkin, secara literal, terasa kasar. Lalu bayangkan, jika kalimat yang persis sama, dia tutup dengan sebuah emoticon ‘:))’ atau ‘=))’ yang menggambarkan bahwa dia menuliskannya dengan tertawa-tawa, tanpa bermaksud kasar sedikit pun. Hanya becandaan biasa antar teman, sekadar nyamber iseng untuk meramaikan percakapan, bahkan mungkin niatnya memang memberikan sesuatu untuk menghibur si pengirim pesan.

Jadi memang benar, yang penting bukanlah apa yang kita sampaikan, melainkan bagaimana cara kita menyampaikannya. Seperti kalimat sederhana di buku yang pernah saya baca, memang benar, bahwa peradaban pun butuh basa-basi.

Selamat menikmati akhir pekan :)
READ MORE - Peradaban pun Butuh Basa-Basi

Awas, Rayuan 'Video Mesum Raffi Ahmad & Yuni Shara' di Facebook



Aksi mencuri data sensitif (Phising) yang dilakukan di Facebook dengan mengandalkan nama beken selebritis mulai mewabah. Apalagi yang diiming-imingi adalah video mesum. Nama Raffi Ahmad dan Yuni Shara pun didompleng untuk aksi kejahatan cyber ini.

Modus yang digunakan biasanya menggunakan sarana chatting di Facebook. Pelaku menyebar pesan di fasilitas chatting tersebut dengan pancingan yang tentunya menggoda mereka yang penasaran.   

"lihat video mesum raffi ahmad ma yuni zhara. yg tertangkap salah satu camera CCTV di salah satu hotel di jakarta. nich situs/web videos : http://www.video-sex-party-indonesia.such.******/. kalau udah lihat langsung di hapus ya.....," tulisnya.

Jelas saja url di atas merupakan situs palsu yang cuma digunakan sebagai rayuan agar si penerima pesan masuk ke situs yang dimaksud. Setelah masuk, maka akan ada situs yang tampilannya mirip dengan Facebook.

Di sini, user diminta memasukkan username dan password akun Facebooknya. Nah, di bagian inilah pencurian informasi terjadi, data yang dimasukkan tersebut direkam ke situs palsu yang tampilannya mirip Facebook tersebut. Dan ketika log-in, user malah dibawa ke halaman situs porno dengan rentetan konten mesum di dalamnya.  

Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu masalah belum selesai sampai di sini. Sebab, akun Facebook mereka selanjutnya bakal dikendalikan oleh si penjahat cyber.

Buktinya, radar zoronk, pernah mendapat kiriman pesan serupa. Namun ketika ditanyakan langsung ke pemilik akunnya, ia mengaku tak pernah mengirimkan pesan apa-apa.

Pakar antivirus dari Vaksincom Alfons Tanudjaya mengatakan, dari domain yang digunakan ini merupakan aksi phising lokal. Pelaku selanjutnya menjalankan modus yang 'meminta tolong atau sumbangan sejumlah uang kepada temannya' dengan berbekal id akun Facebook korban.

Meski demikian, belum diketahui jumlah korban akibat penipuan tersebut. Namun dilihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan Facebook, bukan tidak mungkin penipuan ini bakal menelan korban.

"Korban finansial dari modus ini belum ada, tapi usaha-usaha sudah banyak sekali," tandas Alfons, kepada radar zoronk.

Sungguh bahaya bukan? Untuk itu, bagi user yang merasa sudah menjadi korban aksi ini disarankan segera mengubah password akun Facebooknya. Selain itu, jangan lagi dengan mudahnya tertipu tawaran-tawaran serupa, apalagi dengan dalih video mesum artis!



READ MORE - Awas, Rayuan 'Video Mesum Raffi Ahmad & Yuni Shara' di Facebook

Entri Populer